Minggu, 07 Februari 2010

Potensi Wisata Kab Bengkalis

Pantai Rupat Utara Tanjung Medang
berlokasi di Kecamatan Rupat. Kawasan Pantai Pasir Panjang adalah Tanjung Medang, Teluk Rhu dan Tanjung Punak di Kecamatan Rupat dan berhadapan langsung dengan Kota Dumai, dengan mudah dapat dicapai karena dari Dumai tersedia transport laut untuk penumpang umum. Pasir di pantai ini berwarna putih dan bersih yang memungkinkan pengunjung untuk mandi, berjemur, berolahraga air, rekreasi keluarga dan bersantai menikmati kejernihan air lautnya dengan ombak yang sedang-sedang saja.

Pusat Pelatihan Gajah
berlokasi di Sebanga, Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis. Di Sebanga-Duri, kurang lebih 139 kilometer dari kota Pekanbaru terdapat pusat pendidikan, penjinakan dan latihan gajah-gajah. Sebagai salah satu objek wisata atraktif di Riau Daratan, berada di lokasi ini akan mendatangkan keasyikan tersendiri bagi para pengunjung saat menyaksikan atraksi dan demonstrasi gajah yang menghibur. Gajah sebagai binatang buas telah dapat dijinakkan di Sebanga ini. Gajah-gajah di sini dapat menampilkan atraksi, antara lain : melangkahi potongan kayu ukuran besar yang telah disusun, memberi hormat kepada pengunjung, mengangkat kayu dengan bejalai, melangkahi manusia yang terbaring di atas tanah dan sebagainya.

Taman Andam Dewi
berlokasi di Kecamatan Bengkalis. Taman Andam Dewi terletak di tepi laut dan dijantung kota Bengkalis, ibu kota Kabupaten Bengkalis. Luas taman kurang lebih satu hektar, berhadapan dengan kemegahan Gedung Daerah Datuk Laksemana Raja di Laut yang dihiasi pula dengan berbagai kelengkapan taman seperti air mancur, meriam kuno, lampu antik, tugu kuda putih dan sebagainya. Bersantai di Taman Andam Dewi sekaligus menikmati hembusan angin laut dengan aneka jenis bunga taman memberi ketenangan tersendiri jika berkunjung ke kota Bengkalis

Tasik Putri Pepuyu
berlokasi Desa Tanjung Padang / Pulau Padang Merbau, merupakan daerah ditengah hutan lindung yang belum banyak disentuh oleh manusia sehingga belum ada kerusakan dan perubahan. Tasik Putri Pepuyu terkenal denga legenda tentang cinta Raja Terubuk dan Putri Pepuyu yang tidak kesampaian. Tasik Putri Pepuyu mempunyai potensi wisata seperti berkemah, berperahu dan lain-lain

Tasik Nambus
berlokasi di Desa Tanjung, pulau Tebing Tinggi, kira-kira 30 menit dengan menggunakan jalan darat dari pelabuhan Selat Panjang. Tasik Nambus dikelilingi hutan lindung, selama bulan syafar masyarakat setempat melakukan pemandian di danau ini.

Taman Prapat
berlokasi di kampung Meskom, kecamatan Bengkalis, kira-kira 30 menit dari kota Bengkalis dengan menggunakan jalan darat. Di daerah ini sangat terkenal dengan permainan memancing, 700 meter dari pantai kita juga dapat melihat rumah-rumah nelayan yang disebut dengan “Togok” yang digunakan nelayan untuk membuat ikan asin.

Pantai Selat Baru
berlokasi di Selat Baru, Bantan Kabupaten Bengkalis Pantai Selat Baru terletak ± 30 km. dari kota Bengkalis dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Pantainya cukup luas dengan pemandangan alam yang indah ke laut lepas. Berenang dan berjemur sepanjang hari merupakan keasyikan tersendiri dipantai ini.***

Sumber :
http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=4135&Itemid=1481
24 April 2007

Riau Canangkan Klaster Industri Sawit

Riau menjadi tempat pencanangan klaster industri hilir kepala sawit dari tiga provinsi yang ditetapkan pemerintah menyusul segera diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) pengembangan industri hilir pertanian.
Hal itu disampaikan Gubernur Riau Rusli Zainal di Pekanbaru, Riau, Senin (18/1), ketika memaparkan potensi investasi di Riau kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan.

"Kita menjadi daerah pencanangan industri berbasis pertanian dan oleochemical dari tiga povinsi yang ditetapkan yakni Riau, Sumatra Utara, dan Kalimantan Timur," ujarnya pada acara yang dihadiri sejumlah kepala daerah dan unsur Muspida se Riau

Rusli mengatakan, pencanangan pengembangan industri hilir pertanian itu akan dilakukan Menteri Perindustrian, MS Hidayat yang dijadwalkan 23 Januari 2009.

Menurut dia, Riau mengusulkan dua lokasi yang berbeda sebagai tempat pencanangan klaster industri hilir kelapa sawit yakni Kuala Enok, Kabupaten Indragiri Hilir sebagai salah satu daerah sentra produksi kelapa sawit di Riau.

Kemudian Kota Dumai yang merupakan kota pelabuhan yang terletak strategis di pesisir pantai timur Riau yang menghadap ke Selat Malaka dan Semenanjung Malaysia yang telah menjelma menjadi tempat pengapalan minyak sawit mentah (CPO) serta beberapa komoditas lain dengan 86 negara tujuan ekspor.Â

"Baik Kuala Enok atau Dumai itu akan kita putuskan dalam waktu dekat sebelum pencanangan dilakukan oleh bapak menteri pada akhir bulan ini," ujarnya.

Data Dinas Perkebunan Riau menyebutkan pada tahun 2008, total luas perkebunan provinsi itu sekitar 2.832.199 hektare yang mana perkebunan kebun kepala sawit seluas 1.673.551 hektare. Sedangkan selebihnya merupakan perkebunan kelapa dengan luas 553.657 hektare, perkebunan karet 528.655 hektare, perkebunan sagu 69.917 hektare dan perkebunan kakao 6.420 hektare.

Namun menurut Kepala Bappeda Riau, Emrizal Pakis,  jumlah luas kebun plasma kepala sawit milik masyarakat terdapat sekitar 700.000 lebih, sehingga jika dijumlahkan total kebun kelapa sawit di Riau seluas 2,1 juta hektare. (Ant/OL-03)

Sumber :
www.mediaindonesia.com, dalam :
http://www.sentrakukm.com/index.php/beranda/293-riau-canangkan-klaster-industri-sawit-
19 Januari 2010

Riau Siap Jadi tuan Rumah PON XVIII

Provinsi Riau siap menjadi tuan rumah penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tahun 2012, karena fasilitas yang dibutuhkan hampir semuanya tersedia dan sebagian sudah selesai dibangun. Gubernur Riau Rusli Zainal pada acara seminar olahraga di Palembang, Jumat (5/2/10) mengatakan, kesiapan itu karena Provinsi Riau telah ditunjuk menjadi tuan rumah pesta olahraga empat tahunan mendatang.

Dipercayanya Riau menjadi tuan rumah PON berdasarkan hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) KONI, pada 12 Agustus 2006 yang diperkuat dengan keputusan ketua umum induk organisasi olahraga tersebut, kata dia pula. Ia mengatakan, Provinsi Riau telah mempersiapkan pembangunan berbagai tempat pertandingan seperti atletik, anggar, ski air, squash, sepatu roda dan menembak.

Menurut dia, pembangunan prasarana olahraga tersebut tidak berada di satu lokasi, melainkan terpencar di beberapa tempat dalam wilayah provinsi "Lancang Kuning" itu.

"Sekarang ini pembangunan sejumlah tempat pertandingan PON itu hampir rampung dan diharapkan awal tahun 2012 sudah bisa digunakan," ujarnya.

Lebih lanjut Rusli mengatakan, selain tempat pertandingan Pemerintah Provinsi Riau juga menyiapkan akses jalan, listrik, air bersih di lokasi pertandingan serta membangun rumah sakit dan restoran untuk keperluan peserta PON. Ia mengatakan, PON di Riau nanti akan mengambil tema, "Sukses Penyelenggaraan, Sukses Prestasi, Sukses Pemberdayaan Ekonomi Rakyat dan Sukses Promosi".

Namun, yang lebih penting lagi terselenggaranya PON XVIII nanti diharapkan dapat mempererat persaudaraan dan mengukir prestasi nasional, tambah dia.


Sumber :
http://olahraga.kompas.com/read/2010/02/05/23252055/Riau.Siap.Jadi.tuan.Rumah.PON.XVIII
5 Februari 2010

Pengembalian Kalpataru, Tamparan bagi Gubernur Riau

Datuk Laman, Kepala Suku Talang Mamak , Riau, bertekad mengembalikan Kalpataru ke PresidenSBY. Dikembalikannya pengharaan tertinggi bagi lingkungan hidup yang diperoleh Kepala Suku Asli sejak 2003 Riau, adalah sebuah tamparan keras bagi Gubernur Riau Rusli Zainal yang dianggap mengabaikan keadaan lingkungan.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Hariansyah Usman yang memberi apresiasi atas sikap Patih Laman yang sedih dengan hancurnya hutan. Sebab, penghargaan Kalpataru seharusnya menjadi kebanggan Prpinsi Riau, jika dikembalikan berarti pemerintah memang gagal mengelola hutan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

"Pengembalian Kalpataru adalah pukulan bagi Propinsi Riau terutama gubernur yang menjadi kepala daerah. Inilah fakta, bahwa hutan di Riau memang telah habis, bahkan sampai hutan adat tak luput dari penjarahan," kata Hariansyah dalam perbincangan dengan okezone, (Sabtu,6/2/2010).

Menurutnya, pengembalian Kalpataru memang sudah selayaknya dilakukan, agar pemerintah khususnya Deperteman Kehutanan mengerti bahwa hutan yang tersisa di Riau benar-benar kritis dan ini adalah sebuah kegagalan pengelolaan hutan.
Penerbitan sejumlah izin jutaan hektare klahan yang banyak dikonversi menjadi HTI, HGU untuk perusahaan adalah fackor yang paling menghancurkan hutan alam.
Hariansyah menyarankan, sebaiknya Datuk Laman tidak usah repot mengebalikan Kalpataru langsung ke SBY, melainkan diserahkan saja ke Gubernur Rusli Zainal selaku penanggung jawab daerah Riau.

"Lebih bagus lagi di serahkan ke Rusli Zainal, apalagi Patih Laman sekarang kondisi sudah sakit-sakitan dan dan usianya juga sudah tua, jadi kasihan Beliau," usulnya.


Sumber :
Banda Haruddin Tanjung
http://news.okezone.com/read/2010/02/06/340/301064/pengembalian-kalpataru-tamparan-bagi-gubernur-riau
6 Februari 2010